hubungan dephut-WWF

Posted on 4 Maret 2009. Filed under: nasional, tindakan |

GENTING, hubungan dephut-WWF
August 8, 2008
Link: http://frankyzamzani.wordpress.com/2008/08/08/genting-hubungan-dephut-wwf/

( AgroIndonesia, 4 Agustus 2008 ) Hubungan pemerintah dengan salah satu raksasa global asal Amerika, World Wide Fund for Nature (WWF), mencapai titik terendah. Opsi pemutusan kerjasama pun terbuka, menyusul munculnya beragam kesalahan dan kelalaian yang dilakukan WWF-Indonesia sebagai bagian dari Jaringan global WWF.

Laporan WWF-Indonesia bertajuk “Deforestation, Forest Degradation, Biodiversity Loss and CO2 Emissions in Riau, Sumatera, Indonesia” akhir Februari 2008 benar-benar menimbulkan luka mendalam bagi pemerintah. Apalagi, untuk memperkuat kampanye, rilis sengaja dibuat dan kontan menyebar ke seluruh dunia. Bayangkan saja, hanya selang dua bulan dari pelaksanaan COP ke-13 Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) di Bali, Desember 2007, negeri ini divonis sebagai penyumbang gas karbon skala raksasa. Hanya dari Provinsi Riau, dua pabrik pulp dan kertas raksasa nasional serta sejumlah perkebunan sawit telah mengubah bentang hutan lahan gambut Riau seluas 4,2 juta hektar menjadi zona pelepas gas rumah kaca. Luasan ini lebih besar dari negara Belanda! Bahkan, WWF berani mengklaim dalam 25 tahun terakhir, 65% hutan Riau musnah dan berbuntut pahit anjloknya populasi gajah sampai 84% dan harimau Sumatera 70%.

Sialnya, protes keras Dephut atas laporan dan rilis yang disebarluaskan sampai kini tidak mendapat respon yang diinginkan. Jawaban memang telah diberikan, tetapi masih normatif dan belum sepenuhnya menjawab apa yang Dephut inginkan. Padahal dalam pertemuan, Dephut sudah meminta secara tegas jawaban itu. Yang dimaksud Dephut lewat Sekjennya, adalah bagaimana WWF menetralisir rilis dan laporan yang telah merusak citra Indonesia di panggung internasional. Hal itu termuat tegas dalam surat resmi Dephut yang ditembuskan ke Menlu dan Menteri Sekretaris Kabinet. Isinya, WWF-Indonesia harus meralat justifikasi dan kesimpulan laporan kajian serta menyampaikannya ke masyarakat internasional yang telah menerima laporan itu. Jika tidak, seluruh kerjasama WWF di negeri ini akan dievaluasi.

Evaluasi ini yang sangat genting. Apalagi, tanpa harus ada ancaman itu, tahun ini adalah periode lima tahun kedua evaluasi komprehensif pelaksanaan kegiatan WWF. Memburuknya hubungan di saat masuknya masa evaluasi memang koinsiden buruk bagi WWF. Berbagai fakta negatif serta ketidaksukaan pun akhirnya mencuat dan bisa menjadi justifikasi penghentian kerjasama. Mulai dari jangka waktu kerjasama yang 25 tahun-WWF satu-satunya LSM dengan jangka waktu kerjasama paling lama, tidak adanya laporan tahunan, sampai kecaman keras aktivitas WWF di Taman Nasional Ujungkulon.

Itu sebabnya, tanpa harus menunggu hasil evaluasi, Menhut MS Kaban langsung memberikan sinyal vonis berat: putus. Dalam kerjasama seharusnya ada take and give, ada konfirmasi dan agreement yang harus dipatuhi, demikian kata Menhut. Sinyal itu juga sudah terlihat ketika Dephut “membuang” WWF-Indonesia sebagai mitra dalam program pertukaran hutang dengan kegiatan konservasi (Debt for Nature Swap) antara pemerintah Indonesia dengan Amerika. Padahal, sejak awal, program di bawah bendera Tropical Forest Conservation Act (TFCA) senilai 19,6 juta dollar AS itu dikawal WWF. Sebagai informasi, TFCA ini adalah konsep yang digagas tahun 1984 oleh salah seorang pentolan WWF.

Kondisi ini diperparah bahwa WWF-Indonesia telah lalai mengirim laporan tahunan yang jadi kewajiban pada tahun 2007 walaupun saat ini sedang dipersiapkan dan segera dikirim ke Dephut. Jadi kita lihat dan tunggu, vonis apa yang akan dijatuhkan pemerintah. Akankah seperti Gibbon Foundation dan TRAFFIC?

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: