ekowisata

Posted on 13 November 2006. Filed under: daerah, hutan, kebijakan, nasional |

Dinda bilang: Yang membuat aku membelalakkan mata adalah harga permit yang baru. Sejak tujuh bulan lalu, sebuah perusahaan bernama PT. Putri Naga Komodo membantu manajemen Taman Nasional menggantikan The Nature Concervancy. Tahun lalu, aku tidak ingat bayar berapa, sekitar 50 ribu per orang, mungkin. Tapi harga baru ini dipatok ‘gila-gilaan’! Untuk permit 1-3 hari di kawasan Taman Nasional, seorang WNI harus membayar Rp. 75,000 untuk dana konservasi, plus Rp, 2,000 untuk bianya masuk Taman Nasional, dan Rp 10,000 untuk masuk daerah Manggarai Barat. Sedangkan untuk bule, harus membayar US$ 15 untuk konservasi, plus Rp 20,000 untuk masuk Taman Nasional, dan Rp. 20,000 untuk masuk daerah Manggarai Barat. Untungnya untuk anak dibawah 16 tahun ada potongan 50% untuk dana Konservasi. Hasilnya, kami membayar US$ 30 plus Rp, 209,000 – termasuk Rp. 2,000 untuk ‘biaya parkir kapal’. Hah! Ini taman nasional termahal yang pernah aku masuki!

Seperti inilah masa depan taman nasional di Indonesia.

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

2 Tanggapan to “ekowisata”

RSS Feed for catatan kecil tesis lingkungan hidup Comments RSS Feed

saya pikir, mengenai pembiayaan untuk kegiatan wisata di alam di kawasan konservasi pengeluaran besar bukanlah masalah. Karena sesungguhnya, kegiatan wisata alam atau yang lebih di kenal dengan ekowisata itu sendiri, cenderung lebih menekankan bagaimana kita sebagai pelaku ekowisata dalam hal ini pengunjung menunjukkan rasa tanggung jawabnya terhadap alam itu sendiri dan penghargaan yang besar terhadapnya. Saya juga pernah melakukan perjalanan wisata di suatu kawasan konservasi, dan memang di wilayah seperti itu sendiri untuk biaya operasional pemeliharaan dan monitoring kawasan memerlukan dana yang tidak sedikit, apalagi untuk cakupan wilayah yang luas sampai ke wilayah laut. Jadi kegiatan wisata alam seperti ini di kawasan konservasi itu memang lebih diperuntukkan untuk kegiatan wisata minat khusus, bukan masal. jadi hanya untuk orang-orang tertentu yang benar-benar menaruh perhatian khusus terhadap keindahan dan kelestarian sumberdaya alam lingkungan kawasan itu sendiri. Karena kegiatan wisata alam, hanya akan dapat berjalan bila sumberdaya alamnya itu tertap lestari, nah untuk itu semua memamng memerlukan penghargaan materi yang cukup besar. Alam adalah anugrah Tuhan yang perlu kita jaga kelestariannya. Jadi kalau boleh saya sarankan, jika anda ingin wisata ke alam dengan harga relatif murah, sebaiknya tidak berwisata ke alam tapi ke taman hiburan karena selain murah fasilitas tersedia lengkap dan cocok untuk kegiatan masal. Sebab dimanapun bahkan kawasan wisata alam yang dikelola oleh swasta pun harganya rata-rata memang mahal, karena biaya operasinal perawatan & pemeliharaan juga mahal. Demikian , saya harap tidak tersinggung, tapi bisa memebuka wacana anda untuk lebih peduli dan menghargai alam lingkungan kita tidak dengan sekedar materi. Sudah banyak bencana yang melanda negeri kita.

saya setuju aja dengan biaya masuk taman nasional yang sedikit mahal… apalagi jika taman nasional tersebut menerapkan konsep-konsep ekowisata… dalam konsep ekowisata, kita tidak mencari wisatawan sebanyak-banyaknya… tetapi kita mencari wisatawan yang merupakan EKOWISATWAN.. hal tersebut supaya taman nasional tersebut tidak rusak oleh kehadiran wisatawan-wisatawan yang tidak memegang prinsip ekowisata, tetapi hanya merusak alam saja…


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: